Rabu, 28 September 2016

MENGANALISIS TRANSAKSI



MENGANALISIS TRANSAKSI

A.    Menggunakan Akun untuk Mencatat Transaksi
      Sistem akuntansi dirancang untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan setiap elemen persamaan akuntansi dicatat tersendiri. Catatan ini disebut akun (account). Suatu akun, dalam bentuk yang paling sederhana, memiliki tiga bagian, yaitu :
1.      Setiap akun memiliki judul, yaitu nama pos yang dicatat dalam akun.
2.      Setiap akun memiliki tempat untuk mencatat jumlah kenaikan pos.
3.      Setiap akun memiliki tempat untuk mencatat jumlah penurunan pos.
      Bentuk akun yang disajikan dibawah disebut akun T karena bentuknya mirip dengan huruf T.  Jumlah yang dimasukkn ke sisi kiri akun disebut sisi debit, dan jumlah yang dimasukkn ke sisi kanan akun disebut sisi kredit.
Nama Akun
Sisi Kiri
Debit
Sisi Kanan
Kredit
Mencatat transaksi dalam akun harus mengikuti  aturan tertentu. Sebagai contoh, kenaikan aset dicatat di sebelah debit (sisi kiri) dari akun dan penurunan aset dicatat di sebelah kredit (sisi kanan) dari akun. Selisih nilai debit suatu akun di atas kreditnya disebut saldo akun (balance of the account).
B.     Bagan Akun
      Suatu kelompok akun untuk sebuah entitas bisnis disebut buku besar (ledger). Daftar akun yang terdapat dalam buku besar disebut bagan akun atau daftar akun (chart of accounts). Akun laporan posisi keuangan biasanya disebutkan terlebih dahulu, dengan urutan aset, liabilitas, lalu ekuitas pemilik. Akun laporan laba rugi disebutkan kemudian, dengan urutan pendapatan dan beban.
      Aset (assets) adalah sumber daya yang dimiliki entitas bisnis. Beberapa contoh aset meliputi kas, piutang, sewa dibayar dimuka, tanah, peralatan, dan gedung.
      Liabilitas (liabilities) adalah utang kepada pihak luar. Contoh liabilitas adalah utang usaha (account payable), wesel bayar (notes payable), dan utang upah (wages payable).
      Ekuitas pemilik atau modal pemilik (owner’s equity) adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah seluruh liabilitas dibayarkan. Untuk perusahaan perseorangan, ekuitas pemilik dalam laporan posisi keuangan diwakili oleh saldo akun modal pemiliknya. Akun prive atau penarikan pemilik (drawing) menukjukkan jumlah penarikan yang dilakukan pemilik untuk kepentingan pribadi.
      Pendapatan (revenues) adalah kenaikan dalam ekuitas pemilik sebagai hasil dari menjual barang atau jasa ke pelanggan. Contohnya adalah pendapatan jasa (fees revenue), pendapatan penjualan (fares earned), pendapatan komisi dan pendapatan sewa.
      Beban (expenses) adalah hasil dari penggunaan aset atau jasa dalam proses menghasilkan pendapatan. Contohnya meliputi beban gaji karyawan, beban sewa, dan beban utilitas.
      Bagan akun dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi laporan keuangan bagi manajer perusahaan dan pengguna lainnya. Akun dalam bagan akun diberi nomor untuk digunakan sebagai referensi. Sistem penomoran yang fleksibel biasanya digunakan sehingga akun baru dapat ditambahkan tanpa memengaruhi nomor akun lain. Nomor akun terdiri atas lebih dari 30 digit angka untuk mencerminkan berbagai kegiatan operasi dan lokasi. Setiap nomor akun memiliki dua digit angka. Digit pertama menunjukkan klasifikasi utama dalam buku besar di mana akun berada. Akun yang dimulai dengan angka 1. Aset; 2. Liabilitas; 3. Ekuitas; 4. Pendapatan; 5. Beban. Digit kedua menunjukkan lokasi akun dalam kelasnya.
C.    Sistem Akuntansi Ayat Jurnal Berpasangan
      Semua perusahaan menggunakan sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan (double-entry accounting system). Sistem ini berdasarkan persamaan akuntansi dan memerlukan :
1.      Setiap transaksi bisnis dicatat setidaknya kea lam ua akun.
2.      Total debit yang dicatat untuk setiap transaksi sama dengan total kredit yang dicatat.
Sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan juga memiliki aturan pendebitan dan pengkreditan (rules of debit and kredit) khusus untuk mancatat transaksi ke dalam akun.
D.    Akun Laporan Posisi Keuangan
Aturan debit dan kredit untuk akun posisi keuangan adalah sebagai berikut :
Akun Laporan Posisi Keuangan copy.png
E.     Akun Laporan Laba Rugi
      Aturan debit dan kredit akun-akun laporan laba rugi didasarkan pada hubungannya dengan ekuitas pemilik. Akun ekuitas pemilik dikredit jika naik dan didebit jika turun. Aturannya adalah sebagai berikut :
Akun Laporan Laba Rugi.png
F.     Akun Prive
     Aturan pendebitan dan pengreditan akun penarikan modal pemilik (prive) didasarkan pada dampaknya terhadap modal pemilik. Kenaikan prive dicatat sebagai debit dan penurunan prive dicatat sebagai kredit. Aturannya adalah sebagai berikut :
                              Akun Prive.png
G.    Saldo Normal Akun
     Saldo normal akun bisa debit atau kredit tergantung pada kenaikan akun tersebut dicatat sebagai debit atau kredit. Ketika suatu akun yang normalnya mempunyai saldo debit, ternyata bersaldo kredit atau sebaliknya berarti telah terjadi kesalahan atau terjadi situasi yang tidak biasa. Aturan debit & kredit saldo normal akun adalah sebagai berikut :
Saldo Normal Akun copy.jpg
H.    Penjurnalan
     Jurnal (journal) adalah buku yang digunakan untuk mencatat analisis setiap transaksi secara kronologis (berurutan) sesuai tanggal kejadian dengan menggunakan aturan debit dan kredit. Suatu jurnal dapat dianggap sama dengan buku harian seseorang yang mencatat kejadian-kejadian penting dalam kehidupannya.
     Proses pencatatan transaksi dalam jurnal disebut menjurnal (journalizing). Bentuk pencatatan transaksi disebut ayat jurnal (journal entry). Proses untuk menganalisis transaksi dengan menggunakan ayat jurnal berpasangan dirangkum sebagai berikut :
1.      Baca dengan teliti uraian transaksi untuk menentukan akun-akunnya yang terpengaruh oleh transaksi terebut.
2.      Tentukan apakah saldo akun terebut naik atau turun.
3.      Tentukan apakah setiap kenaikan atau penurunan perlu dicatat sebagai debit atau kredit dengan mengikuti aturan debit dan kredit.
4.      Catat transaksi dengan menggunakan ayat jurnal.
Akun Ayat Jurnal.png
I.       Memindahbukukan Ayat Jurnal ke Dalam Akun
      Suatu transaksi pertama kali dicatat dalam sebuah jurnal kemudian dimasukkan ke akun yang sesuai di buku besar. Buku besar adalah kumpulan akun yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi sejenis. Proses memindahkan debit dan kredit ke ayat jurnal ke dalam akun disebut pemindahbukuan (posting).
J.      Daftar Saldo
      Kesalahan biasanya terjadi saat posting debit dan kredit ke dalam buku besar. Salah satu cara untuk menemukan kesalahan adalah menyiapkan daftar saldo (trial balance). Tahap penyiapan daftar saldo adalah sebagai berikut :
1.      Tulis nama perusahaan, diikuti dengan nama judul  laporan daftar saldo dan tanggal penyajian.
2.      Tulis akun-akun dari buku besar dan masukkan saldo debit dan kreditnya ke dalam kolom debit dan kredit daftar saldo.
3.      Jumlahkan kolom debit dan kredit daftar saldo.
4.      Periksa jumlah kolom debit harus sama dengan jumlah kolom kredit.
K.    Kesalahan mempengaruhi daftar saldo
Metode-metode yang berguna dalam menemukan kesalahan adalah sebagai berikut :
1.      Jika terdapat selisih sebesar 10, 100, atau 1000 antara total debit dan kredit maka jumlahkan kembali kolom daftar saldo. Jika kesalahan masih ada, hitung kembali saldo semua akun.
2.      Jika selisih dapat dibagi 2, kesalahan bisa terjadi karena debit diposting sebagai kredit.
3.      Jika selisih dapat dibagi 9, telusuri kembali saldo akun ke buku besar. Dua jenis kesalahan yang biasa ditemukan dikenal sebagai transposisi dan selip (slide). Transposisi terjadi saat urutan angka terbalik menjadi salah dan slide terjadi karena angka terselip (hilang).
4.      Jika kesalahan tidak habis dibagi 2 maupun 9, buku besar harus ditinjau ulang untuk menemukan jumlah buku besar yang sama dengan jumlah kesalahan yang belum dipindah ke daftar saldo.
5.      Jika kesalahan tidak ditemukan melalui langkah sebelumnya, proses akuntansi harus ditelusuri kembali, mulai ari langkah terakhir dan mundur sampai ayat jurnal.
L.     Kesalahan Tidak Memengaruhi Daftar Saldo
Kesalahan ini bisa terjadi ketika menyiapkan daftar saldo atau ditunjukkan oleh saldo tidak biasa suatu akun. Ketika terjadi kesalahan harus dilakukan koreksi. Jika kesalahan dipindahbukukan ke buku besar, jurnal koreksi (correcting journal entry) harus dibuat.
M.   Analisis dan Interpretasi Keuangan : Analisis Horizontal
Dalam analisis horizontal (horizontal analysts), jumlah setiap pos laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan pos yang sama dari laporan keuangan periode sebelumnya. Peningkatan dan penurunan jumlah suatu pos dihitung bersama dengan persentase kenaikan atau penurunannya. Ketika dua laporan dibandinkan, laporan periode awal digunakan sebagai basis untuk menghitung jumlah dan persentase perubahan.
Analisis horizontal Konsultan Hukum Haryanto menunjukkan tren yang menguntungkan dan tidak menguntungkan. Contoh tren yang menguntungkan adalah kenaikan pendapatan jasa dan penurunan beban habis pakai. Contoh tren yang tidak menguntungkan adalah kenaikan beban upah, beban sewa, dan beban lain-lain.